Laman

Kamis, 26 April 2012



METODE ILMIAH


1.    Pengertian
Metode Ilmiah adalah sebuah urutan atau deretan proses yang dilakukan untuk membuat sebuah proyek ilmiah atau karya ilmiah.

2.    Karakteristrik Metode Ilmiah
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti.
Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan. Adapaun pengamatan  yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat.
 Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia.
Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika sepertikorelasi dan regresi.
(sumber Karakteristik : http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah ).


3.    Tahapan-tahapan dalam metode ilmiah
Secara umum dalam metode ilmiah harus dilakukan dengan melalui tahapan-tahapan, yakni sebagai berikut :

Pertama tentukan topik yang ingin kita bahas seteh itu dimulai dengan observasi awal , langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi ang berhubungan dengan topik . observas biasanya dilakukan dan hasilnya banyak diperoeh dengan pengalaman, berbagai jenis sumber ilmu pengetahuan ( dapat menjadikan buku, arikel, internet sebagai referensi ), dan berkonsutasi dengan orang-orang yang berhubungan langsung dengan informasi yang berkaitan denga topik kita dan juga lakukan eksplorasi lain yang berkaitan dengan topik.

Masalah merupakan suatu hal yang timbul yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan masalah itu sendiri harus diselesaikan. Dalam mengajukan pertanyaan sebaiknya hindari pertanyaan yang hanya akan menimbulkan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’.  sebuah pertanyaan yang diajukan untuk menjawab sebuah permasalahan sebaiknya  mengandung jawaban yang bersifat terbuka atau mengandung sebuah pernyataan.

Hipotesis ( dugaan sementara ) biasanya berhubungan dengan solusi masalah dalam proyek ilmiah. Hipotesis  biasanya terjadi sebelum adanya suatu peniitan lapangan yang langsung sehingga dengan hipotesis dapat dijadikan sebuah motif dalam penelitian akan pengujian nilai kebenaran dari hipotesis itu sehingga dilakukan sebuah penilitian yang seksama. Namun, kadanga hasil yang diperoleh dari penilitian tidak sama dengan hipotesis kita maka ini bukan berati penilitian kita yang salah tapi kadang hipotesis yang kita buat juga tak benar dan bisa saja hasil penilitian yang benar.

Eksperimen atau sebuah percobaan, langkah ini unuk menguji hipotesis.  Perhitungan variabel ( variabel bebas/ dapat diubah, variabel terikat/ perubahannya tergantung variabel bebas dan variabel kontrol/variabel konstan ) yang berpengaruh dengan eksperimen.  Dalam langkah ini ada baiknya eksperimen dilakukan berulang kali agar mendapatkan hasil yang variasi dan catat setiap hasil yang diperoleh dari eksperimen yang dilakukan tersebut.



Kesimpulan merupakan  ringksan dari semua langkah yang sudah dilakukan terutama  pada hasil dari eksperimen. Dan sangat diharapkan  kesimpulan yang diringkas dapat memberikan sebuah informasi akhir yang menjawab tujuan dari penilitian proyek ilmiah serta mencakup hasil terakhir yang didpat dari penilitian proyek ilmiah tersebut.

Kamis, 19 April 2012

KARYA ILMIAH


      1.    Pengertian

Karya Ilmiah merupakan sebuah ciptaan yang berupa tulisan yang dipaparkan berdasarkan hasil penilitan oleh seseorang atau sekumpulan orang yang mana dalam pembuatannya sendiri menaati aturan pembuatan yakni aturan atau etika keilmuan.
Karya Ilmiah terbagi atas :
·         Karangan ilmiah
Adalah sebuah karangan yang memuat hasil pemikiran yang diperoleh dengan memadukan dengan sifat keilmuan.

·         Laporan ilmiah
Merupakan sebuah laporan ( baik berupa tulisan atau lisan ) yang memuat kumpulan dari hasil pemikiran yang diperoleh dari sebuah tindakan lapangan.
     2.    Ciri – Ciri Karya Ilmiah
·         Lugas
·         Logis
·         Jelas
·         Objektif
·         Empiris
·         Sistematis
·         Konsisten
·         Kebenarannya teruji
·         Menggunakan aturan penulisan yang lazim dan bahasa yang baku
·         Belaku umum dan terbuka
     3.    Jenis – Jenis Karya Ilmiah
·         Laporan
·         Makalah ( paper)
·      Skripsi ( biasanya merupakan sebuah karya terakhir untuk meraih gelar sarjana )
·         Arikel Ilmiah
·         Naskah Publikasi
·         Tugas Akhir
·         Tesis
      4.    Sikap Ilmiah
Sikap Ilmiah merupakan aspek penting dalam pembuatan sebuah karya ilmiah. Berbicara tentang sikap ilimiah maka kita membahas 2 sikap yang sangat penting , yakni :

·         Kejujuran
Kejujuran dalam membuat sebuah karya ilmiah sangat diperlukan karena sebagai contoh ketika dalam pembuatan karya ilmiah kita mendapat artikel yang mungkn mendukung penyelesaian karya ilmiah kita maka salah satu aplikasi sikap jujur ini adalah dngan mencantumkan sumber yang kita dapat agar tidak disebut plagiat. Tentunya dengan sikap ini secara tidak langsung merupakan sikap menghargai nara sumber sebagai pemberi informasi.

·         Kristis
Kritis merupakan sebuah sika yang juga penting dalam pembuatan karya ilmiah karena dengan sikap ini, penulis dapat membuat karya yang lebih baik dan dalam karya ini, informasi yang di dapat oleh pembaca adalah hal-hal yang tentu saja kritis  karena dalam penulisan bahkan penilitian pun penulis menggunakan sikap kritis sehingga dia dapat menyajikan karya ilmiah yang mengandung informasi yang tidak biasa saja.
Selain dari kedua sikap diatas, masih banyak sikap lainnya yang cukup penting untuk di aplikasi dalam penulisan karya ilmiah.
Untuk membuat sebuah karya ilmiah setidaknya da 3 unsur yang menjadi bagian penting, yakni :
            1. Pendahuluan :
·         Perumusan maslah
·         Batasan masalah
·         Tujuan Penulisan
·         Ide Penulis
·         Perumusan Hipotesis
·         Cara-cara memperoleh data untuk kelengkapan penulisan
·         Metode penelitan
2. Isi (Teori dan semua yang berhubungan dengan penilitan bahkan hasil penilitan)
3. Kesimpulan ( Inti dari penulisan dan berisi informasi terakhir untuk pembaca ).

Jumat, 06 April 2012

Makalah " Penulisan Ilmiah"

PENULISAN ILMIAH



MAKALAH PENULISAN ILMIAH
Sebagai salah satu cikal bakal perkembangan teknologi mahasiswa
Universitas Gundarma


Disusun Oleh:

                                           EVI DAME R NAINGGOLAN   ( 26109025 )
                                           INA MONA RAHANRA            ( 241090110 )
                                           LAILA MAULIDIYA                  ( 21109088 )

UNIVERSITAS GUNADARMA
2012



KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang maha Esa telah melimpahkan rahmat, taufiq serta inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan “PENTING NYA PEMBINAAN DALAM PENULISAN ILMIAH”. Makalah  ini dibuat sebagai pemenuhan tugas yang telah diberikan oleh para pembimbing PI Universitas Gunadarma.

Kami menyadari walaupun telah terwujudnya makalah ini dengan usaha yang semaksimal mungkin, akantetapi segala kekurangan dan ketidaksempurnaan selalu masih ada banyak kekurangan. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan baik secara langsung maupun tidak langsung, baik moril maupun materiil, sehingga dapat terselesaikannya makalah kami ini.

Sebagai penutup kami sadar kalau sebagai manusia biasa tak dapat luput dari sebuah kesalahan, kekeliruan dan kekhilafan. Maka dari itu, sudilah kiranya para pembaca member ma’af  yang sebesar-besarnya. Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

 Depok,   5 April 2012


 Tim Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN
1.1.   Latar belakang masalah                      
1.2.  Ruang lingkup masalah
1.3.  Perumusan masalah
1.4.  Tujuan Penelitian
1.5.  Metode Penelitian
1.6.  Sistematika penulisan


BAB II LANDASAN TEORI
2.1.   Pengertian Karya Ilmiah
2.2.   Faktor – factor Penting
2.3.   Penyiapan Penulisan Ilmiah
2.4.   Syarat Menulis Karya Ilmiah
2.5.   Sifat Karya Ilmiah

 BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN

 BAB III PENUTUP
 LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

       Di bab pendahuluan,  Penulis harus dapat secara fokus menuliskan masalah-masalah yang terjadi di tempat penelitiannya. Dengan membaca bab pendahuluan ini, setiap pembaca sudah dapat mengetahui apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh peneliti dalam penelitiannya.
Contoh: contoh unit usaha apotek yang akan dilakukan komputerisasi administrasinya (aplikatif).

     1.1. Latar Belakang Masalah
  Di latar belakang masalah dijelaskan, apa saja kendala yang dihadapi oleh pengelola apotek dalam menjalankan kegiatannya. Mungkin saja kendala yang dihadapi adalah
(a)kurangnya pegawai,
(b)pegawai sering membolos,
(c)kekurangan mesin dan petugas kasir,
(d)kesulitan membuat laporan keuangan per hari,
(e)kesulitan dalam menghitung stok barang,
(f)kesulitan dalam pendataan pelanggan.
Jadi,dilatar belakang masalah ini dijelaskan kesulitan-kesulitan yang dihadapi pengelola apotek (unit usaha yang diteliti) yang sedang diamati.

      1.2.Ruang Lingkup Masalah
Tentu saja, dari sekian banyak masalah yang dihadapi apotek tersebut tidak dapat diselesaikan seluruhnya (terutama dengan bidang ilmu komputer). Sehingga, isi batasan masalah adalah pemilihan masalah mana yang akan diselesaikan dengan PI ini.
   Misalkan, batasan masalahnya adalah, PI ini akan dibatasi pada masalah kesulitan dalam pembuatan laporan keuangan per hari, pendataan pelanggan, dan penghitungan stok obat.

      1.3. Perumusan Masalah
Dari batasan masalah yang telah dipilih, dirumuskan masalah tersebut dengan kalimat tanya. Dengan kalimat tanya tersebut, diharapkan para pembaca lebih tahu ke arah mana PI ini akan digiring.
      Rumusan masalahnya adalah : bagaimana rancangan sistem komputerisasi untuk menyelesaikan masalah pembuatan laporan keuangan perhari, pendataan pelanggan, dan penghitungan stok obat di apotek tersebut?Dari sini pembaca akan tahu bahwa PI ini ditulis untuk membuat perancangan sistem komputerisasi guna mecahkan masalah di atas.

      1.4. Tujuan Penulisan
Metodologi penelitian berisi mengenai bagaimana cara kita melakukan penelitian.Misalkan, penelitian ini dilakukan melalui studi lapangan yaitu dengan cara pengamatan, wawancara, penyebaran kuisioner, dan sebagainya.
    Penelitian juga dilakukan dengan membaca buku-buku teori tentang perancangan sistem, keuangan, perapotekan, dan contoh-contoh kasus yang menyerupai kasus yang akan dibahas.

      1.5. Manfaat Penulisan
Menurut sikumbang (1981), sekurang-kurangnya ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
  1. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahas.
  2. Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya,dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang. 
  3. Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam catalog pengarang atau katalog judul buku.
  4. Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis.
  5. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
  6. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
       1.6.  Sistematika Penulisan
        Untuk memberikan gambaran mengenai isi dari makalah ini maka,  kami membuat sistematikan  penulisan sebagai berikut :

BAB I      : PENDAHULUAN
Di bab pendahuluan, Peneliti/ Penulis harus dapat secara fokus menuliskan masalah-masalah yang terjadi di tempat penelitiannya. Dengan membaca bab pendahuluan ini, setiap pembaca sudah dapat mengetahui apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh peneliti dalam penelitiannya.
Contoh: contoh unit usaha apotek yang akan dilakukan komputerisasi administrasinya (aplikatif).

BAB II    : HASIL DAN PEMBAHASAN
Di bab ini diungkapkan teori-teori yang digunakan Penulis untuk memcahkan masalah.Selain teori, bisa juga dimasukkan alat-alat (tools) perancangan sistem, namun demikian tools tersebut hanya digunakan sebagai pelengkap saja, teori utamanya harus dikedepankan.

BAB III          : ANALISA dan PEMBAHASAN
Di bab ini dijelaskan secara runut (logis) mengenai langkah-langkah pemecahan masalah yang dilakukan. Bisa dimulai dengan menganalisis permasalahan (di sub-bab batasan masalah), kenapa masalah itu bisa terjadi, apa saja kendalanya, dan apa langkah penyelesaiannya. Selanjutnya dilakukan proses atau prosedur atau langkah-langkah penyelesaian dari sub-bab rumusan masalah.

BAB IV   : PENUTUP
Pada bab penutup ini, isinya adalah kesimpulan dan saran. Kesimpulan adalah jawaban mengenai “apakah pembahasan yang telah dilakukan dapat memecahkan masalah ?.” Jawaban harus jujur (sesuai dengan norma-norma keilmiahan). Saran berisi mengenai hal-hal yang dapat dikembangkan dari PI yang sudah diselesaikannya ini. 
    Saran juga dapat berisi mengenai penyempurnaan dari PI yang karena sesuatu hal belum dapat dilakukan secara sempurna di sini (misalkan, hendaknya pihak apotek memiliki format kertas yang standar untuk mencetak laporan keuangan harian agar pencetakan dapat menghemat tinta printer dan lebih cepat, dan sebagainya).


BAB II
LANDASAN TEORI

            Menulis karya ilmiah tidak sama dengan menulis tulisan popular.  Menulis karya ilmiah mempunyai aturan-aturan dan teknik tertentu yang harus diikuti.  Dalam dunia ilmiah kita ketahui bahwa ilmu dan  pengetahuan didahului oleh ilmu dan pengetahuan sebelumnya, sehingga sebelum menulis tentu didahului dengan mengumpulkan informasi ilmu dan pengetahuan sebelumnya, sehingga menulis tidak dapat dipisahkan dengan membaca. 


            Menulis harus diawali dengan munculnya ide/gagasan tentang suatu topik.  Ide/gagasan muncul bisa dari si penulis sendiri tetapi dapat juga atas permintaan. Gagasan atau ide dapat diciptakan oleh si calon penulis dengan cara membaca situasi/kondisi atau membaca-baca literatur. Selanjutnya adalah tergantung mengembangkan ide dan hasil penelusuran menjadi bermanfaat melalui suatu tulisan. 


            Tulisan karya ilmiah sama pentingnya dengan pelaksanaan penelitian karena hasil penelitian yang tidak dituangkan kedalam laporan atau bahkan diterbitkan orang tidak akan tahu apa yang telah dilakukan.  Oleh karena itu menulis harus dipahami oleh orang yang membacanya. Menulis tulisan ilmiah yang efektif tidaklah mudah.  Pada umumnya tulisan yang baik akan  dapat dibaca dan dipahami oleh orang yang bukan bidangnya stsu orang yang baru mempelajarinya.
             A.      Pengertian Karya Ilmiah
    Tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman,jurnal, dan pengetahuan orang lain sebelumnya. Tujuan karya ilmiah adalah agar gagasan penulis karya ilmiah itu dapat dipelajari, lalu didukung atau ditolak oleh pembaca.

               B.        Faktor-faktor Penting
    Faktor-faktor penting dari sebuah tulisan ilmiah yang dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh pembaca (masyarakat ilmiah/non ilmmiah) antara lain :
  1. Kemampuan berbahasa tertulis : dengan menggunakan bahasa yang benar
  2. Topiknya:
    1.  up to date
    2. sesuai dengan keinginan dan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat pembaca,
    3. memberikan solusi
    4. bukan hasil karya orang lain/meniru bahkan menjiplak
  3. Bahasanya mudah dimengerti oleh pembaca
  4. Tata cara penulisan sesuai kaidah penulisan ilmiah dan konsisten
    1. Penetapan judul
    2. Penulisan kalimat
    3. Penyusunan paragraf
    4. Kesinambungan antar paragraf
  1. Tujuan menulis
  2. Pengumpulan data
  3. Penelusuran
  4. Penulisan sumber serta cara pengutipan:Referensi yang digunakan tidak ketinggalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
            C.        Penyiapan Penulisan Ilmiah
    Suatu tulisan ilmiah akan dibaca oleh orang lain, bahkan akan diguanakan sebagai acuan dalam sebuah penulisan.Dalam ilmu perpustakaan dikenal dengan istilah sitiran.Penggunaan sumber referensi tulisan orang berarti menyitir (citing), sedangkan tulisan yang digunakan sebagai acuan dinamakan disitir (Cited).  Oleh sebab itu sebelum memulai menulis diperlukan persiapan terlebih dahulu, berikut adalah petunjuk penyiapan penulisan ilmiah:

          ·         Mengorganisir informasi
Mengumpulkan seluruh karya atau informasi yang berkaitan dalam suatu map.

         ·         Mengidentifikasi pembaca
Karya yang akan ditulis sangat ditentukan oleh tingkat pemahaman dan minat pembaca


             Menetapkan tujuan
Menentukan subjek, masalah khusus yang menjadi isue,  apa yang telah      dihasilkan pada karya terdahulu,metode apa yang akan digunakan untuk         mencapai tujuan.

        ·         Membuat outline
Biasanya satu atau dua halaman akan merinci atau membagi item menjadi item yang lebih kecil.Selain itu juga untuk menghindari overlaping isi tulisan.

        ·         Kejelasan
Tulisan yang tidak rapi, membingungkan, mengaburkan dan menyesatkan   pembaca hampir pasti akan berdampak yang buruk pada masyarakat ilmiah.

        ·         Kejujuran dan kepercayaan
Dengan membaca artikel yang ditulis diharapkan akan menambah   pengetahuan dan pengalaman bagi pemcacanya.Hindari istilah yang        menyangatkan atau luar biasa.

       ·         Penyusunan draf
pertama kemudian dikoreksi ulang selanjutnya penyelesaian akhir penulisan (sumber; srihartinah@pdii.lipi.go.id)

          D.        Syarat menulis karya ilmiah

      1.   motivasi dan displin yang tinggi.
      2.   kemampuan mengolah data.
      3.   kemampuan berfikir logis (urut) dan terpadu (sistematis).
      4.   kemampuan berbahasa.         

           E.        Sifat karya ilmiah
formal harus memenuhi syarat:
1.lugas dan tidak emosional.
      2. Logis disusun berdasarkan urutan yang konsisten.
      3.Efektif satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
      4.Efisien hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting.
      5.ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.
  

BAB III
ANALISA dan PEMBAHSAN

     Di bab ini dijelaskan secara runut (logis) mengenai langkah-langkah pemecahan masalah yang dilakukan. Bisa dimulai dengan menganalisis permasalahan (di sub-bab batasan masalah), kenapa masalah itu bisa terjadi, apa saja kendalanya, dan apa langkah penyelesaiannya. Selanjutnya dilakukan proses atau prosedur atau langkah-langkah penyelesaian dari sub-bab rumusan masalah.
Susunan struktur Penulisan Ilmiah adalah sebagai berikut :
  1. Bagian Awal. 
  2. Pendahuluan 
  3. Tinjauan Pustaka / Landasan Teori 
  4. Hasil Penelitian dan Analisa   /  Pembahasan Pokok 
  5. Kesimpulan (& Saran)  
  6. Bagian akhir
1.  Bagian Awal

Bagian Awal, terdiri atas :
      a.   Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Ilmiah.
      b.   Lembar Pengesahan
Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, NIRM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan pembimbing, koordinator PI,serta Ketua Jurusan.

      c.   Abstraksi
Berisi ringkasan dari penulisan. Maksimal 1 halaman.
      d.   Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).

      e.   Daftar Isi
      f.    Daftar Tabel
      g.   Daftar gambar
      h.   Lampiran

BAB IV
PENUTUP

          Pada bab ini, isinya adalah kesimpulan dan saran. Kesimpulan adalah jawaban mengenai “apakah pembahasan yang telah dilakukan dapat memecahkan masalah ?.” Jawaban harus jujur (sesuai dengan norma-norma keilmiahan). Saran berisi mengenai hal-hal yang dapat dikembangkan dari PI yang sudah diselesaikannya ini. 

    Saran juga dapat berisi mengenai penyempurnaan dari PI yang karena sesuatu hal belum dapat dilakukan secara sempurna di sini (misalkan, hendaknya pihak apotek memiliki format kertas yang standar untuk mencetak laporan keuangan harian agar pencetakan dapat menghemat tinta printer dan lebih cepat, dan sebagainya).

LAMPIRAN

Lampiran berisi berkas-berkas yang merupakan pendukung penelitian dan penulisan, misalkan bisa berupa listing program, print-out laporan keuangan, lay-out di monitor komputer,surat persetujuan penelitian di apotek, dan sebagainya.

Rabu, 28 Maret 2012

PENALARAN

Penalaran merupakan sebuah proses berpikir yang logis tentang pengamatan sebuah objek  yang mana menghasilkan sebuah pengertian atau presepsi sesuai objek atau masalah tertentu.

      Penalaran terbagi atas 2 metode yakni :

           ·        Metode Induktif
           Metode ini  merupakan sistem penulisan yang mana dari hal-hal khusus kemudian disimpulkan 
           menjadi hal yang bersifat umum atau  semua yang bersifat khusus di rangkum menjadi 1 bagian
          dan bagian itum erupakan bagian umum ( penggambaran dari semua yang bersifat
           khusus dalam suatu objek).

           ·        Metode Deduktif
           Metode ini  merupakan sistem penulisan yang mana dari hal yang bersifat umum kemudian
           dijabarkan menjadi beberapa hal yakni  penjabaran yang lebih bersifat khusus pada suatu objek.

                  Ciri – ciri Penalaran :

1.  Pola pikir yang luas dan logis, karena penalaran itu sendiri menggunakan logika.
            2.  Ada nya sebuah analisa yang tejadi pada saat berpikir yang logis atau sebuah proses
                 penalaran akan terjad sebuah proses analisa.
            3.  Kadang dalam pola pikir yang logis , kita dapat membandingkan dengan beberapa
                 kemungkinan yang terjadi sehingga memperoleh sebuah pengertian yang benar-benar
                 logis sebagai seuah hasil dari proses penalaran tersebut.
                                               
                 maka penalaran dari setiap kita perlu diasa agar ide dan pola pikir kita dapat bertambah dan menghasilkan hal-ha logis sesuai dengan suatu permasalahan.

Minggu, 25 Maret 2012

Sayap dan Kekuatanku


kadang aku terdiam dalam kesendirianku
kadang harus menangis dalam kesepianku
bermimpi sudah tak sanggup aku lakukan
berharap sudah tak menjadi bagian hidupku

keluargaku , kalian sayap-sayap dalam hidupku
kau yang ku cinta, kau lah kekuatanku tuk terbang
namun apa daya jika aku harus memilih antara sayap dan kekuatanku itu ?
aku membutuhkan keduanya untuk menjalani hidupku


Tuhan jangan biarkan aku kehilangan keduanya
tapi jika aku harus hidup tanpa sayap- sayap ku, biarlah aku bahagia dengan kekuatan yang ku miliki
namun jika aku harus hidup tanpa kekuatanku.. biarlah sayap-sayap ini menjadi makhota indahku dan alasan ku untuk tetap tersenyum
dan jika kedua ini tak bisa menyatu dalam hidupku
biarlah aku yang pergi tanpa sayap dan kekuatanku untuk menghadap Engkau yang punya segalanya



                                                                                                                                             Karya : Edina

Jumat, 23 Maret 2012

KONVENSI NASKAH

  •            Pengertian
     konvensi naskah adalah sebuah penulisan naskha dimana dalam penulisannya memiliki beberapa aturan penulisan yang telah disepakati yang mana mencakup pada aturan pengetikan, pengorganisasian materi utama, pengorganisasian materi pelengkap, bahasa, dan kelengkapan penulisan lainnya

  • Ketentuan dalam Penulisan Naskah 
      Adapun ketentuan-ketentuan dalam penulisan sebuah naskah adalah sebagai berikut:

a)   Naskah ditulis dalam bentuk format yang sudah jadi dan siap dicetak. 

b)   Judul ditulis dengan huruf capital dan dicetak tebal. 
c)  Naskah ditulia dalam bahasa indonesia atau bahasa inggris dengan program MSWord huruf 
     Times New Roman demgan spasi 12 tunggal. 
d)   Ukuran kertas A4 dengan margin 4. 4. 3. 3 cm (kiri-atas-kanan-bawah). 
e)  Alenia baru mulai pada ketikan keenam dari batas kiri, antar alenia tidak diberi tambahan 
     spasi. 
f)   Untuk kata asing maka dipergunakan cetakan huruf miring.
g) Semua bilangan ditulis dengan angka, kecuali pada awal kalimat dan bilangan bulat yang 
     kurang dari 10 harus menggunakan ejaan. 
h) Tabel ataupun gambar harus diberi keterangan yang jelas, dan diberi nomor urut. 
i)   Identitas penulis harus dicantumkan dibawah judul meliputi nama lengkap (tanpa gelar),
     institusi, alamat lengkap institusi, dan email.


     (ketentuan dari sumber : http://ridwanal-bantani.blogspot.com/2009/10/konvensi-naskah.html)

        Dalam persyaratan penulisan konvensi naskah dibagi atas 3 cara yakni :

  1. secara formal 
  2. secara semi formal 
  3. secara non formal 

Kamis, 15 Maret 2012

TOPIK DAN JUDUL


  • Topik
        Pengertian topik adalah sebuah pokok pembicaraan atau hal yang menjadi landasan dalam penulisan .  kata topik berasal dari bahasa yunani yakni : “topoi” yang berarti tempat.
Topik masih bersifat umum dan belum sudut pandang dari seorang penulis belum tergambarkan di dalamnya.

  • Pembatasan topik
Adapun tujuan dari pembuatan pembatasan topik adalah agar  penilis dapat terfokus pada topik yang dibuat karena diyakini sudah sangat sempit cakupannya sehingga mempermudah penulis dalam sebuah penulisan serta penilitiannya semakin intensif.

Untuk membuat batasan topik dapat dilakukan dengan cara :
- Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.

- Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat,tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi. 

- Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.

- Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.



  •  Syarat sebuah topik
   Syarat dari pembuatan sebuah topik adalah :
1). Menarik ketertarikan penulis dan pembaca agar penulis lebih semangat dalam penulisan diperlukan  topik yang menarik dan topik yang menarik akan menarik minat pembaca untuk mengetahui isi tulisan
2). Topik yang di ambil dikuasai oleh penulis.
3). Topik setidaknya menyinggung sedikit dari pembahasan

  •  Judul
          Berbicara  soal judul , judul merupakan perincian atau penjabaran dari topik .  maka judul itu sendiri lebih spesifik  dan lebih jelas dan terarah pembahasannya yakni masih berkaitan dengan topik.
  • Adapun syarat-syarat standar dari  sebuah judul  adalah :
o   Masih berkaitan dengan topik dengan inti pembahasan yang jelas
o   Menarik perhatian agar meningkatan minat baca
o   Singkat
o   Relevan
o   Tidak provokatif
o   Padat
Adapun persamaan antara topik dan judul adalah  dapat dijadikan judul karangan.